• Profile picture of Lindberg Powers

    Lindberg Powers posted an update 1 year, 10 months ago

    Jenis-Jenis Majas Serta Pengertian 2017

    Materi pelajaran Norma Indonesia yang terdapat dalam kurikulum yang lama mau pun baru sangatlah banyak, salah-satunya ialah substansi majas. Sungguh, majas yaitu materi yang cukup kadang kala dibahas sejak jenjang tuntunan SD, SMP, hingga tingkat SMA/SMK. Takrif majas ialah bahasa menawan yang dimanfaatkan untuk mempercantik susunan kata2x yang tujuan akhirnya adalah untuk mencatat efek tertentu agar terkabul sebuah nostalgia imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara suara maupun tertulis. Perihal tegas majas pada pelajaran Norma Indonesia betul2 cukup banyak, seperti yang terdapat di dalam puisi, puisi lama, dan karya sastra ataupun makalah lainnya.

    Selain itu, tersedia pengertian atau definisi lain yang mengkritik tentang majas, yakni pemanfaatan gaya tata susila untuk memperoleh nuansa unik sehingga menobatkan kesan tanda kata yang lebih imajinatif. Berbicara tentang contoh beberapa macam majas diantaranya, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Alegori dan lain-lain adalah hal penting untuk Anda yang ingin mempelajari lebih jauh salah satu pokok dari pacar pelajaran Tata susila Indonesia dalam sekolah itu. Gaya tata susila yang baik dan memikat tentunya hendak membuat di setiap pembacanya ngerasa tertarik untuk menyimaknya, terlebih sampai sering.

    Penggunaan majas yang baik dalam menciptakan sebuah tembang ataupun karya menjadi ukuran mutlak apakah tulisan ini menarik ataupun tidak. Oleh karena itu juga, kebolehan yang elok dalam bermoral mutlak diperlukan bagi Anda yang ingin mendalami jagat penulisan, entah itu roman, puisi, ataupun pantun. Maka perbanyaklah merenceng beragam struktur bahasa pada pikiran dan tulisan Anda di lektur setiap harinya supaya pentolan Anda bertambah terlatih untuk membuat majas dengan model yang mempesona. Sesuai secara tema di kesempatan saat ini, berikut Espilen Blog sampaikan contoh majas, dan macam-macamnya beserta pengertiannya.

    Macam Orang Majas

    Dengan garis besar, majas dapat dibedakan menjadi 4 golongan sekalipun kelompok. Dan dari 4 macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai turunan dan species kategori yang akan Espilen Blog bahas dibawah tersebut.

    Majas berisi atas:

    –> Majas Perbandingan

    –> Majas Pertentangan

    –> Majas Sindiran

    –> Majas Penegasan

    Sehabis diatas aku membahas tentang jenis dan macam-macam majas yang ada dalam susunan berbahasa Indonesia. Dibawah tersebut akan dijelaskan secara nyata bagaimana ulasan majas itu beserta tersebut juga kita berikan contohnya, referensi berikut kami temukan dari Wikipedia.

    A. Majas Perbandingan

    Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan nostalgia dan juga pengaruhnya lawan pendengar bahkan pembaca. Ditinjau atau ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terkuak atas:

    1) Asosiasi atau Perumpamaan

    Majas asosiasi / perumpamaan merupakan perbandingan lawan dua sesuatu yang pada hakikatnya berbeda, akan tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh pemanfaatan kata bagai, bagaikan, asalkan, seperti, & laksana. Berikut ini Espilen Blog sampaikan tiruan majas gabungan:

    Contoh:

    Semangatnya keras serupa baja.

    Mukanya pucat seolah-olah mayat.

    Wajahnya kuning berseri bagaikan kamar purnama

    2) Metafora

    Metafora adalah majas yang melepaskan ungkapan berdasar pada langsung berperangai perbandingan analogis. Pemakaian kata atau group kata bukan dengan pengertian yang otentik, melainkan serupa lukisan yang berdasarkan tolok ukur atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam perkataan pemuda adalah tulang punggung tempat. Contoh majas metafora menyerupai berikut ini.

    Kaca:

    Engkau dulur jantung hatiku sayangku. (sangat penting)

    Raja siang menongol dari ufuk timur

    Jonathan adalah takdir kelas jagat.

    Harta karunku (sangat berharga)

    Dia dianggap anak emas majikannya.

    Perpustakaan merupakan gudangnya kecakapan.

    3) Personifikasi

    Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa serasa mempunyai watak seperti oknum.

    Contoh:

    Badai mengamuk & merobohkan bait penduduk.

    Riak berkejar-kejaran di tepi rantau.

    Peluit wasit menjerit lama menandai pucuk dari perbandingan tersebut.

    4) Alegori

    Figuratif adalah Memberitahukan dengan jalan lain, dengan perantara nabi kiasan ataupun penggambaran.

    macam macam majas Figuratif: majas ibarat yang berselit-selit satu serta yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.

    Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi

    Asosiatif biasanya nyata cerita yang penuh secara simbol-simbol bermuatan moral.

    Tiruan:

    Perjalanan tampak manusia seperti sungai yang mengalir merunut tebing-tebing, yang kadang-kadang susah ditebak kedalamannya, yang suka menerima seluruh sampah, serta yang saat akhirnya habis ketika selaras dengan laut.

    5) Simbolik

    Simbolik adalah majas yang melukiskan substansi dengan

    mengimplementasikan benda, satwa, atau tumbuhan sebagai logo atau pengenal.

    Contoh:

    Ia terkenal guna buaya darat.

    Wisma itu hangus dilalap si jago merah.

    Ia adalah seorang bunga desa

    Bunglon, lambang orang yang tak beranggapan

    Melati, semboyan kesucian

    Tunjung, lambang pengabdian

    6) Metonimia

    Metonimia adalah majas yang menggunakan sifat atau lebel dari satu buah benda untuk menggantikan jasad tersebut. Pengungkapan tersebut berupa penggunaan pamor untuk zat lain yang menjadi mutu, ciri khas, ataupun atribut.

    Rupa:

    Di kantongnya selalu terselib gudang gusar. (maksudnya rokok gudang garam)

    Setiap awal Ayah terus-menerus menghirup kulit api. (maksudnya kopi kapal api)

    Memfilter pulang mulai luar zona naik garuda (maksudnya pesawat)

    7) Sinekdok

    Sinekdok ialah majas yang menyebutkan sesi untuk mengirim benda berdasar pada keseluruhan ataupun sebaliknya. Majas sinekdokhe berisi atas 2 bentuk berikut.

    a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

    Rupa:

    (a) Sampai detik itu ia belum kelihatan cabang hidungnya.

    (b) Per penyelenggara mendapat Rp. 300. 000.

    b) Totem pro parte, yaitu merencanakan keseluruhan untuk sebagian.

    Kaca:

    (a) Pada pertandingan pucuk bulu tangkis Rt. 03 menggulung Rt. 07.

    (b) Nusantara akan memilih idolanya silam nanti.

    8. Simile:

    Pengungkapan dengan ibarat eksplisit yang dinyatakan secara kata depan serta penghubung, menyerupai layaknya, laksana, " umpama", "ibarat", "bak", bagai".

    Tiruan:

    Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

    B. Majas Pertentangan

    Majas Pertentangan ialah “Kata-kata berkias yang memproklamasikan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis secara maksud untuk memperhebat / meningkatkan nostalgia dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

    1) Kutub

    Antitesis adalah majas yang mempergunakan partner kata yang berlawanan berarti.

    Contoh:

    a) Tua muda, besar kuntet, ikut menyemarakkan festival tersebut.

    b) Melarat kaya, mempesona buruk bertumpu saja pada mata Yang mahakuasa.

    2) Inkonsistensi

    Paradoks ialah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang terdapat.

    Contoh;

    a) Aku merasa sendirian di tengah ibu kota jakarta yang heboh ini.

    b) Hatiku sambat di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlanjur ini.

    3) Hiperbola

    Majas hiperbola merupakan majas yang berupa pengumuman berlebihan daripada kenyataannya secara maksud melepaskan kesan mendalam atau mohon perhatian.

    Kaca:

    a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.

    b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

    4) Litotes

    Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu secara cara yang berlawanan daripada kenyataannya dengan mengecilkan ataupun menguranginya. Tujuannya untuk mencela diri.

    Tiruan:

    a) Makanlah seadanya cuma dengan nasi dan larutan putih pula.

    b) Apa sebab kamu bertanya pada manusia yang bloon dungu seperti aku

    ini?

    C. Majas Persetujuan

    Majas Pedoman ialah kicauan berkias yang menyatakan pengumuman untuk memajukan kesan serta pengaruhnya tentang pendengar / pembaca”. Majas penegasan berisi atas tujuh bentuk berikut.

    1) Pleonasme

    Pleonasme ialah majas yang menggunakan tutur kata secara sok dengan perincian menegaskan pengertian suatu omongan.

    Contoh:

    a) Semua siswa yang dalam atas supaya segera susut ke bawah.

    b) Itu mendongak terangkat menyaksikan wayang pesawat tempur.

    2) Tautologi

    Repetisi ialah majas repetisi kata-kata guna penegasan.

    Rupa:

    a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

    b) Marilah kita terima pahlawan aku, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra golongan.

    3) Pertepatan

    Paralelisme adalah majas repetisi yang umumnya ada di dalam puisi.

    Contoh:

    Cinta merupakan pengertian

    Gemar adalah ketaatan

    Cinta adalah rela berkorban

    4) Tautologi

    Tautologi merupakan majas persetujuan dengan mengulang beberapa bengawan sebuah tanda dalam sebuah kalimat secara maksud menyiratkan. Kadang pengulangan itu mempergunakan kata bersinonim.

    Contoh:

    a) Bukan, tak, bukan tersebut maksudku. Hamba hanya ingin bertukar pikiran pula.

    b) Seharusnya sebagai kawan kita ribut rukun, damai, dan berteman.

    5) Klimaks

    Klimaks ialah majas yang menyatakan kurang lebih hal berdasar pada berturut-turut dan makin lama makin menumpuk.

    Contoh:

    a) Semua sebelah mulai dari anak-anak, remaja, cukup orang tua pula biar mengikuti lomba Agustusan.

    b) Ketua RT, RW, Lurah, Gubernur, apalagi Presiden meskipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

    6) Antiklimaks

    Antiklimaks adalah majas yang menyatakan kurang lebih hal secara berturut-turut yang makin periode semakin surut.

    a) Oknum sekolah, ketua, staff sekolah, dan siswa juga menonjol dalam perayaan perayaan rapor itu.

    b) Di metropolis dan tanah air hingga pelosok kampung segala orang merayakan HUT RI ke -62.

    7) Retorik

    Retorik merupakan majas yang berupa komentar tanya akan tetapi tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan persetujuan, sindiran, ataupun menggugah.

    Tiruan:

    a) Tanda siapa pamrih bisa diperoleh cukup secara sekolah standar saja?

    b) Apakah ini orang yang selama berikut kamu bangga-banggakan?

    D. Majas Sindiran

    Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyembulkan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi jadi:

    1) Ironi

    Ironi ialah majas yang menyatakan sesuatu yang bertubrukan dengan maksud untuk menyindir seseorang.

    Kaca:

    a) Berikut baru namana siswa versi, setiap hari selalu kembali malam.

    b) Bagus sekaligus tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak dapat Aku menuturkan.

    2) Sinisme

    Sinisme merupakan majas yang menyatakan sindiran secara saksama kepada orang lain

    Kaca:

    a) Perkataanmu tadi luar biasa menyebalkan, gak pantas diucapkan oleh orang-orang terpelajar laksana dirimu.

    b) Lama-lama aku bisa jadi pusing melihat tingkah laku lakumu yang tidak wajar ini.

    3) Sarkasme

    Sarkasme merupakan majas karikatur yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan sambil orang yang sedang nanar.

    Contoh:

    a) Mau muntah aku memandang wajahmu, menghindar kamu!

    b) Dasar kerbau dungu, sikap begini aja tidak boleh!

    Bagaimana, sungguh paham tak apa ini majas & jenis-jenisnya? Ada baiknya Anda meneliti lebih di dalam materi berikut, karena betul2 sering menongol di emas tempawan pelajaran Kode Indonesia di berbagai jenjang pendidikan. Demikianlah informasi yang bisa Espilen Blog dukung kali ini hal Pengertian Majas, Contoh & Macam-macam Majas Lengkap. Jangan lupa pula memahami Persetujuan Demokrasi untuk menambah wawasan Anda lebih jauh.